For from Him and through Him and to Him are all things. To Him be glory forever. Amen.
Friday, November 20, 2009
Menangkan peperangan sehari-hari
Waktu dipakai untuk tujuan yang tidak berguna, bahkan bukan untuk istirahat
Penundaan:
Mengesampingkan hal-hal yang seharusnya telah dikerjakan sekarang
Gangguan:
Waktu terbuang untuk hal kecil-kecil dari masalah sepele, sehingga memperbesar masalah yang utama
Ketidaksabaran:
Kurang persiapan, kurang teliti atau kekerasan hati, biasanya mengakibatkan kesalahan penggunaan waktu
Wednesday, October 21, 2009
Perubahan sikap kunci menuju potensi maksimal
Setelah hidup bertahun2 dlm kandang tersebut.Suatu hari gorila tersebut dilepas ke alam habitatnya di mana dia berasal. Ternyata gorila ini tidak ke mana-mana kecuali mondar mandir menurut pola seperti dalam kandang 10x10 m2 tersebut.
Begitu juga hidup kita, sikap dan perilaku kita yang bertahun-tahun menguasai hdup kita. Sikap dan perilaku ini yang menentukan seberapa potensi kita berkembang. Potensi tidak akan pernah melebihi daripada sikap dan perilaku kita. Bila sikap dan perilaku kita hanya "10x10m2" maka begitpula potensi kita hanya "10x10m2"
Jadi sikap adalah kuncu menuju potensi maksimal kita, Semakin buruk sikap dan perilaku kita semakin sulit juga mencapai potensi maksimal kita. Potensi hidup kita tergantung sikap kita
Pertanyaan refleksi: temukan sikap kita yang seringkali menghambat untuk mencapai potensi maksimal kita?
Mari kita renungkan apa kata Firman Tuhan di Amsal 4:20-23
Sikap adalah KEBIASAAN BERPIKIR berdasarkan nilai-nilai(benar atau salah) yang telah merembes ke dalam jiwa kita
Allah ingin kita menjaga hati(sikap) kita dengan Firman Tuhan. Pastor Jack Hanes menjelaskan kata "terpancar kehidupan" dlm bahasa aslinya berarti "batas-batas kehidupan" Jadi sikap menentukan batas kehidupan kita. Jika ingin batas kehidupan kita diperlebar maka kita harus mengubah sikap kita. Perubahan sikap paling efektif bila ada dalam komunitas pemberdayaan (empowering community) yaitu komunitas yang masing-masing anggotanya saling membantu agar yg lain mencapai potensi maksimalnya. Sikap juga yang menentukan apakah kita jadi berkat atau tidak.
Rencana:
up : Kebiasaan berpikir apa yg harus dirubah agar semakin intim dgn Tuhan
in : Kebiasaan berpikir apa yg harus dirubah agar saya semakin bisa mengasihi diri sendiri
out: kebiasaan berpikir apa yg harus dirubah agar saya bisa mengasihi orang lain tanpa dikontrol atas situasi
Perenungan diedit seperlunya dari THCC : berubah
Tuesday, August 04, 2009
KADANGKALA HIDUPMU MENANGIS
Kadangkala hidup mengharuskanmu menangis tanpa sebab. Kamu merasa sudah berbuat baik dan benar, tetapi masih banyak kritikan yang dialamatkan kepadamu. Kamu mengira keputusan yang kamu ambil sudah tepat, ternyata perkiraanmu keliru.
Jangan putus asa !! Bangkitlah !!
Matahari tanpa sinar tidak layak disebut matahari. demikian juga dirimu. kau adalah matahari yang seharusnya memancarkan sinar, sekalipun mendung kelabu menutupi pandangan orang untuk melihat keindahan cahayamu.
AKU sering melihat melihatmu marah ketika kamu melihat orang lain berhasil.
Untuk apa kamu menginginkan keberhasilan orang lain?
Bukankah AKU sudah menyediakan suksesmu sendiri?
Kamu tidak pernah mengejarnya, jadi kamu tidak pernah bisa memilikinya.
Matamu tidak terfokus kepada rancangan-Ku yang dahsyat atas hidupmu, melainkan tertuju kepada karya-Ku yang luar biasa atas hidup orang lain.
Jadilah seperti air..Selalu mengalir...melewati semua benda, menembus semua sisi dan tanpa batas.
Anak-Ku,,,jangan mau dikalahkan oleh keadaan,,tetapi kalahkan keadaaan !!
Anak-Ku yang terkasih,,,jangan sakit hati ketika kau ditegur, padahal kau merasa sudah mengerjakan yang terbaik.
Sakit hati itu hanya akan membuat tidurmu tidak nyenyak dan perasaanmu tidak nyaman.
Buanglah itu dari hatimu dan pikiranmu !
Kuasailah dirimu sedemikian rupa hingga kamu bisa mengatasi perasaan diperlakukan tidak adil, dilecehkan, diremehkan ataupun dikhianati oleh sesamamu.
Bukankah untuk itu kau hidup? untuk melihat kenyataan bahwa di dunia ini yang paling mengerti perasaanmu dan menerima dirimu apa adanya hanya AKU?
Jauhilah segala bentuk kemarahan, tetapi jangan jauhi AKU.
Anak-Ku, ingatlah hal ini baik-baik. Aku selalu mebuka tangan-Ku lebar-lebar untuk memberimu rasa aman, kapanpun kau membutuhkannya.
AKU senantiasa menyiapkan bahu untuk tempat kepalamu bersandar dan mencurahkan tangis.
AKU melakukannya karena AKU sungguh-sungguh peduli padamu !!
Ayah yang selalu mengasihimu, ,
YESUS
(Sumber : Elia Groups)
Friday, July 03, 2009
Lepaskan pegangan anda
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
Amsal 3:5
Suatu hari, Kerry Shook, penulis buku "One Month to Live" mengajak putranya bermain ke taman. Begitu sampai di taman, putranya Josh langsung berlari ke arah permainan yang paling di sukainya, sebuah palang untuk bergantung.
"Tolong angkat aku untuk bergantung di palang ini," demikian pintanya pada sang Ayah.
Kerry lalu mangangkatnya, dan tangan kecil Josh langsung berpegang erat pada palang tersebut tanpa dipegang lagi oleh ayahnya.
Kaki kecilnya bergantung sekitar 5 kaki di atas tanah, dan Josh terlihat begitu bangga bisa kuat bergantung disana. Sekitar beberapa menit kemudian, dia mulai lelah dan meminta di turunkan.
"Ayah, tolong turunkan saya."
Ayahnya menjawab,"Josh, lepaskan saja peganganmu dan aku akan menangkapmu."
Terlihat segurat keraguan di wajahnya, dia berkata,"Tidak, turunkan aku."
Kembali Kerry berkata,"Josh, jika kamu lepaskan peganganmu, aku akan menangkapmu."
"Tidak, turunkan aku."
"Josh, aku mencintaimu. Aku janji, aku akan menangkapmu."
Bagi Kerry ini adalah kesempatan untuk mengajar Josh bahwa dia bisa mempercayai ayahnya. Josh hanya perlu melepaskan pegangan pada palang itu, dan ayahnya akan menangkapnya. Tetapi pria kecil itu bertahan dengan seluruh kekuatannya bergantung di palang itu. Dia berpegangan hingga tangannya mulai kelelahan dan tidak bisa bertahan lagi. Akhirnya dia lepaskan pegangannya dan dia ditangkap oleh ayahnya.
Sebuah senyum mengembang diwajahnya, dia diturunkan ke tanah oleh ayahnya dan langsung berlari untuk bermain ayunan.
Pelajaran untuk Josh telah selesai, namun ayahnya, Kerry tiba-tiba mendengar suara Tuhan dengan jelas yang berbicara kepadanya.
Seperti itulah hubunganmu denganKu. Kamu sering berpegangan dengan suatu keputusasaan pada palang kehidupanmu, coba melakukan sesuatu dengan kekuatanmu sendiri. Kamu mengalami pergumulan yang tiada akhir, mencoba mengendalikan semua situasi. Kamu bertahan dan berpikir bahwa tidak ada orang yang akan menangkapmu sehingga kamu pikir lebih baik kamu bertahan di palang tersebut dan mempererat pegangan. Ketika kamu lelah bergantung, dan tanganmu mulai lemah, Aku berkata, "Lepaskan pegangan, dan Aku akan menangkapmu. Lepaskan peganganmu. Aku janji, Aku mencintaimu dan akan menangkapmu.
Seringkali kita mencoba mengerjakan segala sesuatu dengan kekuatan kita sendiri, berpikir sebaiknya kita kekiri, ketika Tuhan berkata ke kanan.
Hari ini Dia berkata, "Aku membentukmu dengan tanganKu sendiri. Aku menciptakanmu dengan sebuah tujuan, dan Aku mati untuk menebusmu. Mengapa kamu tidak bisa mempercayaiKu? Aku memberikan hidupKu untukmu. Aku Tuhan atas alam semesta ini. Kamu hanya perlu melepas peganganmu, dan Aku akan menangkapmu."
Bapa sorgawi ingin Anda dan saya untuk mempercayainya. Jika Anda berkeras untuk mengendalikan keadaan Anda sendiri, berjuang dengan kekuatan Anda sendiri, merencakan apa yang baik menurut pikiran Anda sendiri, Anda akan kelelahan. Anda akan kehabisan daya.
Ini adalah saatnya Anda mengambil sebuah resiko untuk melepaskan pegangan Anda. Ini saatnya untuk mengalami kuasa Tuhan bagaimana Dia menyatakan mukjizatnya dalam hidup Anda bahkan pada bagian-bagian yang tidak pernah Anda pikirkan sebelumnya.
Mempercayai Tuhan membutuhkan keberanian, hal itu di butuhkan iman. Namun mempercayai Tuhan tidak akan pernah merugikan. Memang, jantung Anda akan sedikit deg-degan, tapi percayalah Dia selalu tepat waktu dan tidak mungkin meleset untuk menangkap Anda. Waktu Tuhan selalu indah, dan Dia dapat dipercaya.
sumber:jawaban.com
Thursday, June 25, 2009
Generasi Sekarang Adalah Generasi Paling Buta Alkitab
Akibat-akibatnya dapat menghancurkan, tidak hanya bagi Gereja, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. CBN News berbicara dengan orang-orang muda secara acak di pantai: CBN News: Bisakah Anda menyebutkan tiga dari 10 perintah kepada saya? Kepada seorang pemudi, kami bertanya, "Apakah menurut Anda, Anda bisa masuk Surga dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik?" Masyarakat Yang Buta Alkitab "Saya tidak berpikir bahwa Ia tanpa dosa," seorang pria berkata mengenai Yesus. "Jika Anda buta Alkitab, Anda akan jatuh ke setiap jenis dosa, dan setiap masalah dan itu adalah masalah dari bangsa kita," uajr Dr. Vinson Synan, dekan emeritus dari Regent University School of Divinity. "Jika Anda mengetahui Alkitab, jika Anda mengetahui Sepuluh Perinta Tuhan, itu semua adalah peringatan-peringatan hidup, hingga kita bisa menjalani kehidupan yang indah," tambahnya. Terbuka kepada Dusta? "Jika Anda menyingkirkan kebenaran, Anda melangkah ke dunia akan kebohongan dan pada akhirnya, Anda berpikir Anda berjalan bersama Tuhan tetapi Anda tidak berjalan dengan Tuhan," ujar Lou. Lou Engle menegaskan bahwa ada bahaya besar dengan menjadi "spiritual" tetapi tidak mengetahui Firman Tuhan. "Yesus mengatakan, ‘Ada tertulis' ketika ia digoda! Generasi ini harus mengatakan, ‘Ada tertulis.' Harus diketahui akan Firman itu jika mereka ingin mengalahkan musuh!" Kami juga bertanya kepada yang lainnya apakah penting bagi seorang muda untuk mengetahui Firman Tuhan? "Itu bisa sangat menolong Anda. Jika Anda tidak berdiri untuk sesuatu, Anda bisa jatuh karena hal apapun," seorang wanita muda merespon. Tetapi sekarang, kebanyakan Kristiani tampaknya jatuh untuk budaya populer. Contohnya, perceraian sudah menjadi hal yang biasa di rumah-rumah Kristiani seperti yang non-Kristiani. Dan bertumbuhnya jumlah evangelikal yang mendukung pernikahan sesama jenis. "Apa yang kita temukan adalah sebuah generasi yang telah diajarkan relativitas moral," ujar Engle. "Pastor-pastor kami dipenuhi dengan relativitas moral karena mereka belum mengajarkan mengenai kebenaran Firman Tuhan atas generasi ini." Kekeringan Firman Dr. Synan mengatakan masalah sebenarnya adalah kelaparan - bukan sebuah kelaparan akan makanan, tetapi kelaparan akan Firman Tuhan. "Amos pasal 8 mengatakan kepada kita bahwa akan tiba waktunya, akan terjadi kelaparan, bukan kelaparan akan roti atau haus akan air, tetapi akan mendengar Firman dari Tuhan," ujarnya. "Bagian tersedih adalah para gadis dan pemuda akan pingsan karena kehausan," ujarnya. "Itu tidak menunjuk kepada generasi yang lebih tua, tetapi menunjuk kepada orang muda. Mereka idealis. Orang-orang muda membutuhkan sesuatu untuk dihidupi dan satu-satunya hal yang dapat memuaskan kelaparan, adalah Firman Tuhan."
Pemuda: Nope.
CBN News: Bisakah Anda menyebutkan satu dari 10 perintah kepada saya?
Pemuda: Nope.
"Bisakah Anda menyebutkan nama kitab pertama dari Alkitab?" kami bertanya kepada pemuda lainnya. "Perjanjian," jawabnya.
"Saya pikir ada mutiara-mutiara di Surga, seperti bonus point, you know," jawabnya.
Sangatlah jelas bahwa kebanyakan warga Amerika - termasuk warga Kristianinya yang tidak mengetahui Alkitab mereka. Lihatlah angka-angka dari studi terbaru:
• Lebih dari 60 persen warga Amerika tidak bisa menyebutkan setengah dari 10 Perintah Tuhan atau empat Injil dari Perjanjian Baru.
• Delapan puluh persen termasuk yang "lahir baru" Kristian mempercayai bahwa "Tuhan menolong orang-orang yang menolong diri mereka sendiri" adalah kalimat langsung yang ada di Alkitab.
• Dan 31 persen darinya mempercayai bahwa orang baik bisa memiliki jalannya sendiri ke Surga.
Menurut studi George Barna terbaru, kebanyakan yang mengklaim sebagai Kristiani tidak mempercayai bahwa setan atau Roh Kudus itu eksis. Dan meskipun Alkitab sudah sangat jelas mengenai sifat dasar Kristus yang tanpa dosa, 22 persen mempercayai bahwa Yesus pernah berdosa selama ia di dunia.
"Atas dasar percaya apa," kami bertanya.
"Opini saya," ujarnya.
Lou Engle, pendiri kegerakan doa The Call mengatakan tidak mengetahui kebenaran mudah membuat orang tersebut diserang dusta.
Ketika ditanyakan apakah ia membaca Alkitab, seorang pemuda di pantai mengatakan, "Saya memang membaca Alkitab. Saya rasa itu adalah hal baik untuk mendasarkan hidup Anda kepadanya."
Engle juga menunjukkan jarinya kepada para orang-tua. "Itu adalah para ayah dan para ibu. Keluarga adalah akar dari sebuah bangsa. Jika Anda tidak mengajarkan anak-anak kebenaran, maka kita akan kehilangan itu," ujarnya. "Dimulai dari situlah bermula dari para pastor dan masyarakat."
Sumber : jawaban.com
Wednesday, June 17, 2009
Hidup dalam kekudusan
Salah satu definisi kekudusan adalah berada dalam keadaan murni. Dalam bahasa Ibrani, kudus adalah "kadosh" artinya naik lebih tinggi. Dalam bahasa Inggris, definisi kudus adalah "cut above" artinya di atas rata-rata. Tuhan memanggil kita untuk naik ke standar-Nya, untuk hidup sebagaimana Dia hidup dan berpikir sebagaimana Dia berpikir. Inilah panggilan Tuhan bagi gereja-Nya: "Kuduslah kamu, sebab Aku kudus".
Orang yang sombong berpikir bahwa ia dapat mencapai kekudusan dengan mengandalkan kekuatannya untuk mentaati berbagai peraturan. Sebaliknya, orang yang rendah hati tahu bahwa ia tidak dapat mencapainya. Ia bergantung pada anugerah dan kekuatan Allah; dan Allah memberikan anugerah kepada orang yang rendah hati. Kekudusan adalah pekerjaan anugerah Allah, bukan hasil kekuatan daging. Sebab tanpa kasih karunia Tuhan, tidak ada orang yang mampu hidup dalam kekudusan. Namun demikian, seringkali kita berpikir, apakah mungkin hidup kudus?
Roma 12:1"Karena itu, saudara-saudara demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah; itu adalah ibadahmu yang sejati."Dalam alkitab versi NKJ, "ibadahmu yang sejati" dikatakan sebagai ''your reasonable service". Reasonable artinya dapat dijangkau, berada dalam jangkauan kemampuan. Dengan kata lain, hidup dalam kekudusan adalah kehidupan yang dapat dijangkau dan merupakan kehidupan Kristen rata-rata, bukan sesuatu yang mustahil. Nah, bagaimana kita dapat hidup dalam kekudusan?
1. Hidup Dalam Takut Dan Hormat Akan Tuhan
Ibrani 12:28Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.2. Belajar Firman Tuhan
Belajar firman Tuhan sebab Firman adalah ilham Allah.
2 Timotius 3:16Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.Dalam bahasa Gerika, ilham adalah "Teos neuma" artinya nafas Allah.
3. Memperbarui Pikiran Dengan Firman
Roma 12:2Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.Dalam bahasa Inggrisnya "be transformed" artinya menyeberang dari dunia, naik ke tempat yang lebih tinggi. Sekalipun kita hidup di dunia, tetapi berjuang untuk bersikap sama seperti Tuhan.
4. Fokus Pada Karakter Tuhan Dan Bukan Pada Peraturan-Nya
Karena peraturan mematikan, tetapi karakter dan kasih karunia-Nya memampukan kita hidup kudus. Law gives you the picture of holiness, but grace gives you the power to live holy.
Ketika Tuhan memberi perintah, maka Dia juga akan memberikan kasih karunia-Nya agar kita mampu melakukan perintah-Nya. Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.
sumber: Indri Gautama
Monday, June 15, 2009
Bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan
Semua orang pasti rindu bertumbuh. Ada banyak orang yang ingin sekali bisa bertumbuh tapi mereka tidak tahu bagaimana caranya sehingga mereka sendiri tidak bisa bertumbuh. Supaya dapat bertumbuh, kita perlu mengikuti tiga langkah dan urutannya mesti sesuai, tidak boleh di bolak-balik.
Untuk bisa bertumbuh, kita perlu mengenal Allah. Karena kalau kita tidak mengenal Dia, kita tidak bisa dekat sama Tuhan. Kita tidak bisa tahu siapa Allah kita sebelum kita mengenal Dia. Karena itu sangat penting bagi kita untuk mengenal Dia.
Setelah mengenal, baru kita bisa mengasihi Allah. Orang Indonesia punya pepatah ‘tak kenal maka tak sayang'. Jadi kalau kita tidak mengenal Allah, kita tidak bisa mengasihi Allah. Makin kita mengenal Allah, makin kita mengasihi Allah. Jadi langkah pertama itu penting sekali, mengenal dulu baru kita mengasihi. Semakin mengenal semakin mengasihi.
Kalau kita sudah mengasihi, baru kita ikut langkah yang ketiga namanya melayani. Kalau pelayanan itu adalah hasil dari kasih kita kepada Tuhan, pelayanan kita pasti dahsyat. Pelayanan kita akan menghasilkan buah, menghasilkan dampak. Gawatnya banyak orang percaya yang membalik langkah-langkah ini. Mereka tidak mengenal Allah dulu. Tidak mengasihi Allah dulu. Begitu mereka masuk gereja, disuruh melayani dulu. Mereka melayani tapi pelayanannya bukan hasil dari kasih. Akibatnya ketika menghadapi persoalan dan tantangan mereka pun mundur. Tadinya aktif melayani tapi sekarang tidak melayani lagi.
1. Mengenal Allah
Mengenal Allah itu penting sekali. Kalau kita tidak mengenal Allah, kita tidak bisa betul-betul percaya kepada Tuhan. Bagaimana kita bisa percaya kepada seseorang yang tidak kita kenal?
Yohanes 17:3Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.Ternyata hidup kekal itu adalah sama dengan mengenal Allah. Dulu saya berpikir hidup kekal itu adalah kalau kita ke gereja, kita dapat tiket masuk sorga. Saya pikir saya pasti masuk surga karena saya sudah ke gereja. Ternyata tidak! Ada orang yang rajin ke gereja tapi dia tidak pernah mengenal Allah. Karena sebenarnya hidup kekal itu ada melalui pengenalan kita akan Allah. Kalau pengenalannya salah, kita tidak akan masuk surga. Kalau pengenalannya benar baru kita masuk surga. Jadi mengenal Allah itu penting sekali. Ayat ini mengatakan, ‘Inilah hidup yang kekal itu, yaitu mereka mengenal Engkau satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus'. Jadi mengenal Allah itu berarti kita harus mengenal Yesus Kristus. Tapi jangan lupa, yang akan membawa kita kepada pengenalan akan Allah yang ‘satu-satunya' itu adalah melalui Yesus Kristus. Melalui Yesus Kristus kita di bawa kepada Bapa.
Mengenal Allah harus dimulai setelah kita diselamatkan oleh Tuhan Yesus dan kita harus mengenal Allah sebagai Bapa kita. Karena yang mengutus Yesus Kristus itu Bapa. Kita harus mengenal Bapa karena Yesus datang membawa kita kepada Bapa. Yesus bilang begini, ‘Akulah jalan, kehidupan dan kebenaran. Tanpa melalui Aku kamu tidak akan sampai kepada Bapa'.
Banyak dari kita yang belum mengenal Bapa. Saat ini Tuhan mau membawa kita untuk mengenal Allah sebagai Bapa. Karena kalau kita mengenal Allah sebagai Bapa, wuih dahsyat sekali!! Hidup kita berubah!! Kita bisa kuat atau tidak dalam menghadapi permasalahan hidup ini, itu tergantung dari bagaimana pengenalan kita akan Allah.
Sewaktu kita menghadapi persoalan, kalau kita tidak mengenal Tuhan, kita tidak bisa mempercayai Tuhan. Sehingga kita temukan banyak orang kalau ada persoalan, cari dukun, lari dari masalah, pergi meninggalkan masalah. Mereka tidak percaya sama Tuhan karena mereka tidak kenal Tuhan. Kalau kita mengenal Tuhan, kita tidak akan pernah cari dukun. Karena itu mengenal Allah itu sangat penting.
Kalau kita mengenal Tuhan, kita bisa mempercayakan diri kepadaNya. Percaya dengan mempercayakan diri adalah dua hal yang berbeda. Ada orang yang sampai pada tahap percaya saja. Itu bagus! Tapi tidak cukup sampai di situ. Kita juga harus mempercayakan diri. Contohnya seperti ini. Ada orang yang percaya sama Tuhan. Tapi ketika ada masalah, ia mempercayakan dirinya kepada dukun, kepada akal pikirannya sendiri. Nah, percaya dengan mempercayakan diri itu beda. Kalau kita percayanya benar, mempercayakan dirinya juga pasti benar. Bukti kepercayaan kita kepada Tuhan adalah kalau kita berani untuk mempercayakan diri kepadaNya. Kalau kita mengenal Bapa, memiliki pengalaman dengan Bapa, kita pasti akan berani untuk mempercayakan diri kita kepadaNya. Itulah sebabnya Tuhan mau kita mengenal Allah dan mengenalNya sebagai Bapa.
Kalau kita kenal Dia sebagai Bapa, itu merupakan hal yang sangat indah. Karena seorang ‘bapa' tahu semua kebutuhan kita. Seorang ‘bapa' itu mengerti apa yang menjadi kebutuhan anaknya. Tidak ada ‘bapa' yang anaknya memiliki kebutuhan tapi dia tidak tahu. Bapa kita di surga lebih hebat dari bapa kita yang ada di dunia ini. Alkitab bilang begini, ‘rambutmu sekalipun dihitungnya'. Waktu kita kecil, pernah tidak bapa kita menghitung rambut kita? Saya belum pernah melihat ada bapa yang berhasil menghitung rambut anaknya. Tapi Bapa kita yang di surga, sesibuk apapun Dia, Bapa masih sempat hitungin rambut! Itu hebatnya! Bahkan Dia bilang begini, ‘tidak ada sehelai rambutpun yang jatuh tanpa seijin Bapa'. Berarti satu helai rambut saja diurusin sama Bapa. Itu kebenaran yang luar biasa! Artinya Bapa betul-betul memperhatikan kita sampai hal-hal yang paling detail sekalipun. Bapa kita yang di surga memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan kita.
Kita mungkin mempercayai Allah sebagai Bapa. Tapi apakah kita pernah mengalaminya sebagai Bapa kita? Karena ada orang Kristen ‘katanya'. Mereka dalah orang-orang Kristen yang tidak pernah melihat atau mengalami Allah sebagai Bapa. Karena itu ada orang yang percaya kepada Tuhan tapi mereka tidak bisa mempercayakan diri. Karena mereka cuma percaya di pikiran saja. Untuk percaya di dalam hati, kita harus mengalami Tuhan dan memiliki pengalaman dengan Tuhan. Kalau kita sudah memiliki itu, barulah kita bisa masuk pada langkah yang kedua yaitu mengasihi Allah dan akhirnya melayani Dia.
Di dalam pengenalan kita akan Tuhan, kita harus mengalami dan memiliki pengalaman dengan Tuhan. Setelah kita sudah memiliki itu kita bisa melanjutkan pengenalan kita akan Allah dengan mengasihiNya dan akhirnya melayani Dia.
2. Mengasihi Bapa
Mengasihi Bapa merupakan hal yang paling penting karena merupakan hukum yang terbesar. Di dalam Firman Tuhan dikatakan hukum yang terbesar, yang terutama itu adalah kasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap pikiranmu, segenap jiwamu, segenap kekuatanmu. Artinya dengan segenap keberadaan saudara, kasihilah Tuhan!
Tapi sering kita tidak bisa mengasihi Tuhan karena kita kurang mengenal Dia. Kalau kita mengenal Tuhan, gampang bagi kita untuk mengasihiNya. Kalau engkau merasa sulit untuk mengasihi Tuhan, belajarlah mengenal Tuhan. Kasih yang kita terima dari Bapa membuat kita tidak hanya bisa mengasihi Tuhan, melainkan kita juga bisa saling mengasihi. Engkau rindu keluargamu berbahagia? Engkau mau supaya hidupmu bisa membangun hubungan? Kenallah Allah! Kalau engkau memiliki kasih dari surga itu, engkau bisa saling mengasihi. Karena memang kasih surgawi itu luar biasa.
Kasih Allah itu dahsyat. Bapa di surga sangat mengasihi kita anakNya. Suatu waktu saya memimpin retreat di Carita, Jawa Barat. Sewaktu saya khotbah, ada seorang ibu yang terus-menerus menangis tiada henti. Semua orang sudah selesai ibadah dan lagi makan siang, tapi ibu ini masuk ke kamar bersama beberapa temannya dan mereka berdoa.
Ibu ini baru dua bulan menjadi orang Kristen. 8 tahun yang lalu, sebelum dia menjadi orang Kristen, suatu hari dia jalan-jalan bersama anaknya di Jakarta. Anaknya itu nakal, umur 4 tahun. Sewaktu sedang berjalan-jalan, tiba-tiba anaknya melarikan diri, melepaskan pegangan tangannya dari ibunya. Anak itu kemudian lari. Anak ini namanya Daniel. Ibu ini kemudian mencari anaknya, Daniel, tapi tidak ketemu. Saudara tahu berapa lama ibu ini mencari anaknya? 8 tahun!! Dia terus mencari anaknya, memasukkan berita anaknya ke koran, lapor ke kantor polisi tapi anaknya tidak pernah ditemukan. Sampai suatu hari, setelah 8 tahun dia cari anaknya, rupanya dua bulan sebelum retreat itu dia percaya Yesus. Ibu ini kemudian di bawa ke retreat itu.
Waktu dia dengar saya khotbah tentang ‘Kasih Bapa', dia ingat anaknya. Hancurlah hatinya. Ketika dia sedang menangis, tiba-tiba di kamar itu ada suara yang mengatakan, "Nak, kamu sudah 8 tahun mencari anakmu tapi tidak ketemu. Tapi AKU, Bapamu, mengasihi engkau. Pulanglah nak sekarang ke Jakarta. Pergilah ke Monas karena engkau akan bertemu anakmu di Monas." Saudaraku, dia dengar suara ini untuk pertama kali setelah dia lahir baru. Dia tanya para pemimpinnya apakah ini benar suara Tuhan? Dan mereka semua yakin ini suara Tuhan.
Lalu ibu ini pulang ke Jakarta. Dari Carita dia pergi naik bis sendirian ke Monas. Saudara tahu Monas itu luas, di mana dia bisa ketemu anaknya? Dia mencari anaknya di Monas. Tiba-tiba ada suara lagi, "Nak, pergilah kamu ke bawah pohon beringin itu. Di bawah pohon itulah anakmu ada." Dia ikuti suara itu.
Kemudian dia lihat di bawah pohon beringin itu ada seorang anak berumur 12 tahun. Kurus kering, ceking, penuh dengan penyakit kulit. Tidak ada lagi orang yang kenal anak ini. Rambutnya sudah seperti gembel. Anak ini juga tidak memakai sandal. Tetapi seorang ibu tidak pernah lupa sama anaknya. Ibu ini mengenali anak ini sebagai anaknya. Waktu dia lihat anak ini, dia panggil, "Daniel...!!!" Daniel lihat mamanya, dan dia langsung berteriak, "Mama...!!!!!" Mereka berpelukan untuk pertama kalinya setelah 8 tahun. Mamanya bilang, "Daniel, mama cari kamu 8 tahun. Kamu ke mana Daniel? Mama cari kamu, ke kantor polisi, masukin koran, mama tidak pernah menemukan kamu." Daniel bilang, "Mama, saya 8 tahun jadi gembel, hidup di jalanan, tapi saya masih hidup mama." Kisah ini sudah seperti cerita sinetron, tapi ini adalah kisah nyata.
Di surga sana ada Pribadi yang mengasihi kita. Mungkin engkau berkata, "Tuhan, apakah Engkau mengerti aku?" Dengar saudara, ada seorang Pribadi, tidak hanya mengerti saudara, tapi IA sangat mengasihi saudara. KasihNya itu luar biasa! Ibu ini telah mengalami kasih Bapa dan dia menjadi sangat mengasihi Tuhan. Setelah dia mengalami kasih Bapa, dia mengasihi Tuhan. Kalau kita sudah saling mengasihi, barulah kita bisa melayani dengan baik.
3. Melayani Allah
Yohanes 14:10,12(10) Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.(12) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
Saya dulu berpikir kalau pelayanan itu adalah kita melakukan sesuatu untuk Tuhan. Ternyata bukan! Pelayanan itu adalah seperti yang tertulis di dalam Yohanes 14:10. Itu yang Yesus lakukan. Yesus itu adalah contoh untuk hidup kita. Yesus melayani bukan dengan Dia melakukan sesuatu buat Bapa. Bukan! Dia bilang begini, "Apa yang Aku dengar dari Bapa, itu yang Aku katakan. Apa yang Aku lihat Bapa lakukan, itu yang Aku lakukan." Dengan perkataan lain Dia bilang begini, "Bapalah yang melakukan pekerjaan Nya di dalam Aku."
Jadi pelayanan yang dahsyat itu bukan kita melakukan sesuatu untuk Tuhan melainkan Tuhan yang melakukan sesuatu melalui kita. Itu pelayanan yang dahsyat!
Melalui Yohanes 14:12 kita belajar bahwa pelayanan yang paling powerfull adalah kalau kita bisa menunjukkan Bapa ke dunia ini. Menunjukkan Bapa, seperti yang dikatakan oleh Filipus, "Tuhan Yesus, tunjukkan Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup." Dari kata-kata Filipus kita tahu bahwa perkataannya ini mewakili hati dunia ini. Di dalam dunia ini ada suatu kehausan, kevakuman di dalam hati manusia, ada suatu ruang kosong yang tidak bisa diisi oleh apapun kecuali mereka mengenal Bapa. Kalau mereka sudah mengenal Bapa, sudah cukuplah semuanya. Dunia perlu mengenal Bapa. Itulah sebabnya pelayanan yang paling dahsyat adalah memperkenalkan Bapa kepada dunia ini. Pelayanan yang paling efektif adalah menunjukkan Bapa seperti Yesus menunjukkan pekerjaan-pekerjaan Bapa.
Ada sepasang suami istri. Suatu kali, mereka bertemu dengan musuhnya yang sangat anti dengan orang Kristen. Ketika bertemu, anaknya ini dibunuh, dicincang di depan mereka. Kemudian musuh yang anti Kristen ini menangkap sang istri sedangkan suaminya sempat meloloskan diri. Istrinya dijadikan budak sex selama 18 bulan. Saya mau bertanya, kalau saudara ada di posisi mereka, apakah saudara bisa tahan? Waduh, belum tentu. Yang lebih mengenaskan suaminya melihat semua kejadian itu dan dia sulit sekali menerimanya.
Suatu hari istrinya menulis surat. Waktu kami baca suratnya, kami menangis. Istrinya menceritakan bagaimana hancur hatinya waktu menjadi budak sex selama 18 bulan itu. Tapi suatu hari karena suaminya yang terus berdoa dengan dukungan saudara-saudara seiman, melalui pertolongan Tuhan istrinya bisa keluar. Waktu istrinya keluar, dia sudah hamil. Dan anak yang ada di dalam kandungan itu adalah anak musuh mereka. Saya mau tanya, kalau saudara jadi suaminya, saudara bisa menerima istrimu kembali? Tidak gampang! Dan kami juga tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi ketika suami ini datang sama Bapa di surga, dia dijamah oleh kasih Bapa. Waktu dia dapat jamahan itu, dia datangi istrinya. Dia peluk istrinya dan bilang, "Mama, saya tidak hanya bisa terima kamu sebagai istri saya, tapi saya akan terima anak ini jadi anak saya. Tidak apa-apa meskipun ini anak dari musuh kita, musuh bebuyutan kita, musuh orang Kristen, tapi saya akan didik dia supaya nanti ketika dia besar kelak, dia akan menjadi seseorang yang bisa menginjili mereka-mereka itu".
Kalau ini bukan kasih Tuhan, tidak mungkin ada orang yang bisa melakukan hal ini. Apakah engkau mau mengenal Bapa yang sudah mengutus Yesus Kristus, anakNya itu? Selamat bertumbuh di dalam Tuhan!!
Sumber: Ir. Eddy Leo, M. TH.