Thursday, May 19, 2011

Question:

Why does God allow evil to happen?


Answer:

In the seven years since 9/11, the reality of evil has intruded itself into our lives in ways we would not have guessed a decade ago. Yet evil has always been with us and it begs the question: Why does God allow evil to happen? If God is so great and so good, why does he allow human beings to hurt each other?

The answer lies in both our greatest blessing and our worst curse: our capacity to make choices. Made in God's image, we have been given a free will—the freedom to decide how we will act and the ability to make moral choices. This gift of freedom is also the source of so much pain in our world. People often make self-centered and evil choices. Whenever that happens, people get hurt.

Sin is ultimately selfishness. I want to do what I want, not what God tells me to do. Unfortunately, sin always hurts others, not just ourselves.

God could have eliminated all evil from our world by simply removing our ability to choose it. But God doesn't want us to be puppets. He wants our love to be genuine. That can’t be if there is no other option.

The truth is, we all choose between good and evil every day. You and I are not evil, but we do harm and hurt others with our selfish decisions and actions.

When bad things happen, you may hear some misguided minds say, "This must have been God's will." Nonsense! In a world of free choices, God's will is rarely done! Don't blame God—blame people who ignored what God has told us to do: "Love your neighbor as yourself."

In heaven, God's will is done perfectly. But this is earth, a fallen, imperfect place. We must choose to do God's will every day. This is why Jesus told us to pray, "Thy will be done on earth, as it is in heaven."

The Bible explains the root of evil: "This is the crisis we're in: God's light streamed into the world, but men and women everywhere ran for the darkness ... because they were not really interested in pleasing God" (John 3:19 MSG). We're far more interested in pleasing ourselves.

In a crisis we cry out for a connection with our Creator. This is a deep-seated, universal urge. The first words uttered by millions on 9/11 were, "Oh God!"
How will you choose to handle the question of evil? You were made for a relationship with God, but he waits for you to choose him. Settling this issue in your heart can bring great personal peace in the days ahead—but it's your choice.

Source: Rick Warren

Wednesday, May 18, 2011

Singleness

Seorang tokoh motivasi terkenal juga pernah bilang, kita adalah rata-rata dari karakter teman-teman kita, dengan kata lain keberadaan kita ini dipengaruhi oleh orang2 di sekeliling kita.

Contoh nyata dehh:
Omelet, alias telor dadar / orak-arik. Dia akan menjadi makanan yang enak banget (terutama buat yang laper) kalo terbuat dari telur-telur yang
segar dan baik. Tapi gw pernah bikin omelet dari 4 telur, dan ternyata waktu gw pecahin telur ke 4 dan tercampur dengan 3 yang lain, telur ke 4 itu udah
busuk. Wakzzz..., Apa temen2 ada yang mau omelet dari 3 telur bagus dan 1 telur busuk..??

Tentu ga akan ada yang mau, because the 4th egg, has made the whole things going bad. Yup, si telur busuk tadi udah mempengaruhi/ merusak telur-telur yang baik. Dan kabar buruknya adalah : Omelet itu ga bisa jadi telur lagi.

Ilustrasi di atas, ga jauh beda dengan relationship yang kita alami dengan teman-teman kita, termasuk juga dalam pernikahan.

Relationship hanya bisa seindah dengan siapa kita menjalin hubungan itu. Kalo dalam pernikahan sudah diaduk menjadi satu, dan jika baru ketahuan kalau telur yang satu busuk dan mengalahkan telur yang baik... owww... that's terrible.

Now, kita lihat pada ayat dibawah ini, ayat yang mengawali tentang relationship antar manusia.
Kejadian 2 : 18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
King James Version : And the LORD God said, It is not good that the man should be alone; I will make him an help meet for him.

Jika manusia seorang diri / Alone : Tuhan katakan itu "Tidak Baik".

Seorang diri = alone /sendirian, bukan single. Manusia yang Alone artinya : sendiri saja, eksklusif, terisolasi, menyendiri, tersendiri, tidak ada teman. Ini adalah kondisi yang tidak baik.


Mengapa TIDAK BAIK jika manusia seorang diri saja ??

Here's the reason :

1.. Karena KASIH. Sifat dasar dari kasih adalah MEMBERI, to give. God is Love, jadi supaya Tuhan bisa mengasihi maka Tuhan menciptakan manusia agar Tuhan bisa mencurahkan kasihNya.

2. Karena untuk memperoleh keturunan, maka harus berpasangan dengan lawan jenisnya.

3. Karena talenta dan kemampuan kita dapat dikembangan sendirian saja. Tetapi untuk mengembangkan Karakter, diperlukan orang lain! Betul khan?
You see guys? It's not good for a man to be alone (sendiri, eksklusif, menyendiri, tidak berteman)

But it's good to be SINGLE !

SINGLE artinya: tunggal, whole, utuh, complete, terpisah, unik (English Dictionary), whole, unique, undivided.

Tuhan tidak bilang : It's not good to be single, tapi yang Dia bilang : It's not good to be alone.

Adam = adalah pribadi yang Single, artinya complete, utuh, sempurna. Dikatakan "Allah melihat segala yang dijadikanNya itu sungguh amat baik". Ini berarti Adam adalalah pribadi yang utuh, single, complete, and nothing wrong with Adam as his person. Tidak pernah dikatakan bahwa Adam sibuk mencari pasangan untuk mengisi kekosongan jiwanya. Tidak !!

Yang tercatat adalah : Adam mengusahakan dan memelihara Taman Eden, sendirian 'bo ! Termasuk kerjaan yang mahaberat, yaitu memberi nama segala mahkluk hidup yang ada di bumi. Begitu sibuknya dia, sampai Adam enggak sadar kalo dia perlu teman. Tuhanlah yang bilang, bahwa "It's not good for a man to be alone". Adam sibuk, concern dgn pekerjaannya sehingga dia tidak merasa membutuhkan teman. Inisiatif berpasangan, justru datangnya dari T u h a n.

Perhatiin deh, pada saat Adam setia menjalankan panggilannya, maka Tuhan kasih bonus yaitu Pasangan Hidup. Nah, temen2 dah pada setia belom nihh? Hehe... Ayo kita setia, maka yang terbaik pasti Tuhan sediakan buat kita.

Waktu Tuhan menciptakan Hawa, wanita diciptakan BUKAN untuk membuat Adam menjadi complete. Why? Krn Adam sudah complete sejak sebelum dia ketemu wanita. Tujuan penciptaan wanita, sebagai penolong bagi Adam. The Lord said, "I'm going to make him a helper".

Ilustrasi nya gini : Untuk mengangkat meja sendirian, bisa dilakukan.
Tetapi dengan adanya penolong, maka akan membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah, right?.
Sekalipun saat itu Adam masih sendirian (alone), tetapi dia tidak merasa kesepian. Temen2 perlu ingat bahwa alone, belum tentu kesepian / lonely.
Adam memang tidak kesepian krn ada Tuhan di situ, tetapi jelas bahwa Tuhan bilang "it's not good for a man to be alone".

'SINGLE'NESS

Guys, Kapan kita tahu bahwa kita siap untuk menerima pasangan? Yaitu pada saat kita merasa tidak membutuhkan pasangan, karena disitulah kita merasa Complete. Adam telah membuktikannya. Hawa datang bukan pada saat dia sedang sibuk sana-sini mencari pasangan. Tuhan memberikan pasangan, justru pada saat Adam ada dalam kondisi terbaik, saat sedang complete, utuh, single dan menikmati panggilannya.

Singleness, adalah suatu tahapan yang harus dicapai oleh setiap orang yang akan menikah.

Hanya orang yang SINGLE, utuh - complete - matang - unik - secure - aman, hanya Single person yang siap masuk ke dalam arena pernikahan. Sebab pernikahan seharusnya terjadi antara two single persons, antara laki-laki yang utuh dan wanita yang utuh. Tetapi seringkali faktanya, pernikahan terjadi antara dua orang yang saling tidak utuh, yang saling mencari keutuhan dari diri pasangannya masing-masing.

Ilustrasinya gini : Ada dua gelas berisi air yang tidak penuh, diibaratkan sebagai seorang individu...
Pada masa pra nikah, seringkali seseorang berkata "ohh..., kekasih saya adalah orang yang bisa memenuhi hidup saya" atau "bersama dengan kekasih saya, hidup saya menjadi utuh / complete". Faktanya adalah : setelah yang gelas yang satu mengisi gelas yang lain, apa yang terjadi? Maka salah satu dari gelas itu akan menjadi kosong!

Temen2, pernikahan tidak akan menjadi baik kalau ternyata kita mendapatkan orang yang tidak single / tidak complete / tidak utuh. Perbuatan yang salah, jika kita mencari seseorang yang bisa mengisi kekosongan dalam hati kita. Bahkan, beberapa diantara kita mungkin udah mulai mencari-cari orang lain yang bisa mengisi kekosongan dirinya, sejak dari kecil...!! SMP mungkin?

Matius 22 :39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah : Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Yesus berkata, supaya kita bisa mengasihi sesama kita, baik itu pasangan kita, isteri/suami kita, maka kita harus bisa mengasihi diri sendiri.
Tidak bisa mengasihi dirimu sendiri = tentu tidak bisa mengasihi sesamamu manusia. Perlu dicatat bahwa mengasihi diri sendiri: bukan berarti selfish, self center, atau egois, melainkan menjadi utuh, complete, dan Single!!

Lantas bagaimana caranya mengasihi dirimu sendiri :

1. Mengenal diri kita sendiri. Do you know who you are ?
Do you know why you are in God?
Do you know why you are here?
Do you know your identity?
Yesus adalah pribadi yang mengetahui siapa diriNya, sehingga Dia bisa mengasihi orang lain. (Yoh 14:6, 10:9, 10:11, 6:35, 8:12, 11:25)


2. Menerima diri kita, apa adanya artinya kita memiliki gambar diri yang telah dipulihkan dalam Kristus.

Pernikahan yang tidak baik ialah dua individu yang tidak bisa mengasihi diri sendiri, tidak mengenal dirinya sendiri, tidak bisa menerima dirinya sendiri, tetapi berusaha untuk saling mengasihi.
Lihat contohnya di Sinetron.

Beberapa relationship pra nikah atau malah pernikahan, sebetulnya "mengosongkan" diri kita, atau "dries you up", atau membuat kondisi kita menjadi kering, yaitu pada saat pasangan kita berusaha memenuhi kekosongan dirinya.

Jika pasangan kita sedikit-sedikit telpon kita dan bilang, "Knapa sih elo gak telp gue?", atau sedikit-sedikit "Knapa sih elo ga perhatiin gue?", atau "Kenapa sih elo enggak seperti yang lain?"

Sesungguhnya, kalau kita Single (complete, utuh, whole), maka kita tidak segitu butuhnya diperhatiin, karena kita bisa mengasihi diri sendiri dan siap mengasihi orang lain. Yesus adalah pribadi yang tahu persis siapa dirinya, apa tujuan hidupnya, dan kenapa Dia ada di muka bumi ini. (Yohanes 8:14)


IT'S MORE IMPORTANT TO BE SINGLE

Ternyata jika ditelaah lebih jauh, lebih penting untuk menjadi Single lebih dahulu ketimbang menikah. Adalah lebih aman untuk tidak menikah lebih dahulu, daripada menikah tapi kita belum menjadi single. Hal yang paling berbahaya dalam pernikahan adalah orang yang tidak Single/utuh, menikah dengan orang yang tidak Single/utuh. Itulah penyebab perceraian dan memudarnya kebahagiaan dalam pernikahan.

Ilustrasi : Masih mending kalau gelas tadi berisi 50% : 50%. Yang lebih parah, jika yang satu dalam kondisi yang dibawah 50%. Jika individu yang satu tidak bisa memenuhi yang lain, maka pasangannya akan mencari orang lain, yang dianggap bisa memenuhi kekosongan dirinya dan terjadilah perselingkuhan yang berujung pada perzinahan.

Lihatlah pada realita yang ada, orang yang tidak utuh/complete/ single menikah dengan yang tidak utuh, maka tinggal menunggu waktu saja dan dalam hitungan jari, tahun2 pernikahan mereka akan segera berakhir.

It's more important to you to be SINGLE first, then get married.

Kalaupun sekarang kita belum get married, yang terpenting kita menjadi SINGLE, maka dengan demikian kita tetap bersukacita. Sebab, orang yang tidak SINGLE, tidak utuh, tidak dapat menguasai dirinya (Amsal 25:28). Bagaimana mungkin orang yang kosong / tidak utuh akan dapat mengendalikan dirinya? Dia hanya bisa mengendalikan sebagian dari dirinya, tidak sepenuhnya. Tentu saja, hanya orang yang Single, yang complete / penuh / utuh, akan dapat mengendalikan hidupnya.

READ THIS :
Orang yang tidak utuh/complete, tidak dapat memberikan apa-apa untuk pasangannya karena memang tujuan awal dia mencari pasangan adalah selfish, hanya untuk mengisi kekosongan dirinya sendiri. Pasangan seperti ini hanya akan banyak menuntut, banyak minta diperhatiin dsb. Dia akan mengganggu konsentrasi hidup kita, pekerjaan, karier, bisnis dll. This person will dries you up.

IT'S A WRONG MYTH

Mitos yang keliru ialah : Menikah adalah kunci menuju kebahagiaan, seakan belum lengkap kalau belum menikah. Ini menyebabkan kebanyakan orang sejak muda berpikir untuk mencari seseorang, untuk mengisi kekosongan d i r i nya.

It's completely wrong, guys. Why ??
Karena kekosongan hidup kita hanya bisa diisi oleh Tuhan. Makanya Tuhan Yesus bilang, "Seek ye first the Kingdom of God ", Mat 6:33.
Tuhanlah yang seharusnya menjadi pusat, sumber dan inspirasi untuk mengisi kekosongan hati kita.

Kita semua tahu, bahwa kita tidak perlu menikah untuk menjadi complete. Pernikahan tidak selalu menambah urapan dalam diri kita, tidak selalu akan menjadikan kita sebagai berkat bagi orang lain. That's not the point of a marriage. Kepenuhan panggilan kita hanya bisa didapat di dalam Tuhan, yaitu pada saat kita tahu siapa diri kita, kita bisa menerima diri kita sendiri, kita tahu kenapa kita ada disini, dan kita memahami apa tujuan hidup kita.

Kunci menerima kebahagiaan yang sebenarnya adalah : Apabila kita menjadi single/utuh/ complete, mengenali siapa kita di dalam Tuhan dan mengetahui tujuan hidup kita, baik dalam keadaan menikah atau tidak menikah. Ada orang-orang yang masih sendirian, belum berpasangan/ menikah, tetapi dia tidak pernah merasa kesepian karena dia Single, utuh/complete dalam panggilannya. Tidak dipungkiri, bisa saja sewaktu-waktu ada keinginan memiliki pasangan, tetapi keinginan itu tidak pernah membuat dia menjadi goyah dan tetap maksimal dalam panggilannya.

SEKALI LAGI : HANYA BISA DIISI OLEH YESUS
Banyak orang yang sendirian tapi dia belum utuh/kosong/ sepi, hidupnya banyakdiisi dengan usaha2 utk memenuhi kekosongan dirinya dan menjadi orang yang sibuk sana-sini mencari tulang rusuknya. Cobain sana , cobain sini, lirik sana-sini, jadian sana-sini, putus sana-sini, parah deh pokoknya. Jika dia menikah, bisa jadi dia malah akan merusak pasangannya jika pasangannya adalah orang yang Single.

Ingat ilustrasi omelet. Telur yang busuk akan merusak telur yang baik. Nahh, jika pasangannya tidak Single/utuh, wahh... akan lebih parah lagi. Mereka akan saling mengeringkan, saling menuntut, saling menyakiti dan tidak dewasa, dan akan berakibat pada ketidak-bahagiaan dan perceraian. Guys, sekali lagi pahamilah, bahwa rasa kesepian dan tidak utuh, TIDAK BISA DIISI OLEH PASANGAN KITA, melainkan hanya oleh Tuhan Yesus...
(maka layanilah Tuhan, cari dulu Kerajaan Allah, ikutlah kegiatan2 Gereja, berikan dirimu; perhatianmu, usaha kreatifmu dan waktumu... maka yang lain2 akan ditambahkan bagimu...)

Justru pernikahan yang sempurna, hanya bisa dilakukan oleh dua orang Single, yaitu mereka yang telah utuh dan complete. Mereka berdua tidak akan saling mengeringkan, tapi saling memberi pujian, saling mendukung, saling menunjang dan tidak saling menuntut. These two Single persons akan menghasilkan sesuatu yang baik, kekuatan yang baru, berkat bagi sekeliling, dll.

Tidak heran jika setelah pernikahan, maka baik sang pria maupun sang wanita, akan menjadi individu yang semakin berkualitas, yang mengalami kepenuhan panggilannya di dalam Kristus.

Berbahagialah kita jika menikah dengan pribadi yang Single, pribadi yang utuh/complete, punya kedewasaan dan panggilan dalam Kristus.

Remember :
Hubungan kita hanya sebaik dengan siapa saja yang terlibat dalam hubungan itu.
To be single should be the goal of every person.
Dan entah kita menikah atau tidak, sudah menikah atau belum...., STAY SINGLE !!

Sumber: Decision

Monday, December 27, 2010

Sebuah perenungan mengenai cinta

Kenapa kita menutup mata ketika kita
tidur ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita
menangis ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita
membayangkan sesuatu ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita
berciuman ?
Hal hal yang terindah di dunia ini
biasanya tidak terlihat

Ada hal hal yang tidak ingin kita
lepaskan
dan ada orang orang yang tidak ingin
kita tinggalkan
Tapi ingatlah, melepaskan bukan
berarti akhir dari dunia
melainkan awal dari kehidupan yang baru

Kebahagiaan ada untuk mereka yang
menangis
Kebahagiaan ada untuk mereka yang
telah tersakiti
Kebahagiaan ada untuk mereka yang
telah mencari dan telah mencoba

Karena merekalah yang bisa menghargai
Betapa pentingnya orang yang telah
menyentuh kehidupan mereka

Cinta adalah ketika kamu menitikkan
air mata, tetapi masih peduli
terhadapnya
Cinta adalah ketika dia tidak
mempedulikanmu, kamu masih menunggunya
dengan setia
Cinta adalah ketika dia mulai
mencintai orang lain dan kamu masih
bisa tersenyum
sambil berkata , “ Aku turut
berbahagia untukmu “

Apabila cintamu tidak berhasil,
bebaskanlah dirimu
Biarkanlah hatimu kembali melebarkan
sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi
Ingatlah, kamu mungkin menemukan cinta
dan kehilangannya..
Tetapi saat cinta itu dimatikan, kamu
tidak perlu mati bersamanya..

Orang yang terkuat bukanlah orang yang
selalu menang dalam segala hal
Tetapi mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh
Entah bagaimana, dalam perjalanan
kehidupanmu,
Kamu akan belajar tentang dirimu
sendiri dan suatu saat kamu akan
menyadari
Bahwa penyesalan tidak seharusnya ada
di dalam hidupmu
Hanyalah penghargaan abadi atas
pilihan pilihan kehidupan yang telah
kau buat
Yang seharusnya ada di dalam hidupmu

Sahabat sejati akan mengerti ketika
kamu berkata, “ Aku lupa “
Sahabat sejati akan tetap setia
menunggu ketika kamu berkata, “ Tunggu
sebentar “
Sahabat sejati hatinya akan tetap
tinggal, terikat kepadamu
ketika kamu berkata, “ Tinggalkan aku
sendiri “

Saat kamu berkata untuk
meninggalkannya,
Mungkin dia akan pergi meninggalkanmu
sesaat,
Memberimu waktu untuk menenangkan
dirimu sendiri,
Tetapi pada saat saat itu, hatinya
tidak akan pernah meninggalkanmu
Dan sewaktu dia jauh darimu, dia akan
selalu mendoakanmu dengan air mata

Lebih berbahaya mencucurkan air mata
di dalam hati
daripada air mata yang keluar dari
mata kita
Air mata yang keluar dari mata kita
dapat dihapus,
Sementara air mata yang tersembunyi,
Akan menggoreskan luka di dalam hatimu
yang bekasnya tidak akan pernah hilang

Walaupun dalam urusan cinta, kita
sangat jarang menang,
Tetapi ketika cinta itu tulus...
meskipun mungkin kelihatannya kamu
kalah,
Tetapi sebenarnya kamu menang karena
kamu dapat berbahagia
sewaktu kamu dapat mencintai seseorang
Lebih dari kamu mencintai diri kamu
sendiri...

Akan tiba saatnya dimana kamu harus
berhenti mencintai seseorang
Bukan karena orang itu berhenti
mencintai kita
Atau karena ia tidak mempedulikan kita
Melainkan saat kita menyadari bahwa
orang itu
Akan lebih berbahagia apabila kita
melepasnya
Tetapi apabila kamu benar benar
mencintai seseorang,
Jangan dengan mudah kita melepaskannya
Berjuanglah demi cintamu... Fight for
your dream !
Itulah cinta yang sejati..
Bukannya seperti prinsip “ Easy come..
Easy go... “

Lebih baik menunggu orang yang benar
benar kamu inginkan
Daripada berjalan bersama orang “ yang
tersedia “
Lebih baik menunggu orang yang kamu
cintai
Daripada orang yang berada di “
sekelilingmu “

Lebih baik menunggu orang yang tepat
Karena hidup ini terlalu berharga dan
terlalu singkat
Untuk dibuang dengan hanya “
seseorang “
Atau untuk dibuang dengan orang yang
tidak tepat

Kadang kala, orang yang kamu cintai
adalah orang yang paling menyakiti
hatimu
Dan kadang kala teman yang membawamu
di dalam pelukannya
Dan menangis bersamamu adalah cinta
yang tidak kamu sadari

Ucapan yang keluar dari mulut seseorang
Dapat membangun orang lain, tetapi
dapat juga menjatuhkannya
Bila bukan diucapkan pada orang,
waktu, dan tempat yang benar
Ini jelas bukan sesuatu yang bijaksana

Ucapan yang keluar dari mulut seseorang
Dapat berupa kebenaran ataupun
kebohongan untuk menutupi isi hati
Kita dapat mengatakan apa saja dengan
mulut kita
Tetapi isi hati kita yang sebenarnya
tidak akan dapat dipungkiri

Apabila kamu hendak mengatakan
sesuatu..
Tataplah matamu di cermin dan lihatlah
kepada matamu
Dari situ akan terpancar seluruh isi
hatimu
Dan kebenaran akan dapat dilihat dari
sana

Monday, September 20, 2010

Nothing worthwhile ever comes easy

So don’t get tired of doing what is good. Don’t get discouraged and give up, for we will reap a harvest of blessing at the appropriate time. Galatians 6:9 (NLT)

"When I’m discouraged, I’m saying, ‘It can’t be done.’ That’s the exact opposite of saying, ‘I know God can do it because he said ….’"

There are many things that work to keep us from completing our life-missions. Over the years, I’ve debated whether the worst enemy is procrastination or discouragement. If Satan can’t get us to put off our life missions, then he’ll try to get us to quit altogether.

The apostle Paul teaches that we need to resist discouragement: “So don’t get tired of doing what is good. Don’t get discouraged and give up …” (Galatians 6:9 NLT).

Do you ever get tired of doing what’s right? I think we all do. Sometimes it seems easier to do the wrong thing than the right thing.

When we’re discouraged, we become ineffective. When we’re discouraged, we work against our own faith.

When I’m discouraged, I’m saying, “It can’t be done.” That’s the exact opposite of saying, “I know God can do it because he said ….”

Ask yourself these questions:

* How do I handle failure?
* When things don’t go my way, do I get grumpy?
* When things don’t go my way, do I get frustrated?
* When things don’t go my way, do I start complaining?
* Do I finish what I start?
* How would I rate on persistence?

If you’re discouraged, don’t give up without a fight. Nothing worthwhile ever happens without endurance and energy.

When an artist starts to create a sculpture, he has to keep chipping away. He doesn’t hit the chisel with the hammer once, and suddenly all the excess stone falls away revealing a beautiful masterpiece. He keeps hitting it and hitting it, chipping away at the stone.

And that’s true of life, too: Nothing really worthwhile ever comes easy in life. You keep hitting it and going after it, and little-by-little your life becomes a masterpiece of God’s grace.

The fact is, great people are really just ordinary people with an extraordinary amount of determination. Great people don’t know how to quit.

Source: Rick Warren

Wednesday, August 18, 2010

Kisah sebuah toples



Seorang profesor berdiri di depan kelas filsafat. Saat kelas dimulai, dia mengambil stoples kosong dan mengisinya dengan bola-bola golf. Kemudian ia bertanya pada murid-muridnya, "Apakah stoples sudah penuh?" Para murid setuju!!

Kemudian, profesor itu menuangkan batu koral ke dalam stoples lalu mengguncangnya dengan ringan. Batu-batu koral segera mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf. Profesor itu kembali bertanya kepada para murid, "Apakah stoples sudah penuh?" Mereka setuju!!

Selanjutnya, sang profesor menabur pasir ke dalam stoples. Tentu saja, pasir menutupi semuanya.
Sekali lagi, beliau bertanya pada murid-muridnya, "Apakah stoples ini sudah penuh?"
Para murid berkata, "Ya...!!"

Kemudian dia menuangkan dua cangkir kopi ke dalam stoples, yang secara efektif mengisi ruang kosong di antara pasir.

Para murid tertawa.. :))

Profesor angkat bicara. "Sekarang, saya ingin kalian memahami bahwa stoples ini mewakili kehidupanmu. Bola-bola golf mewakili hal-hal penting: Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, dll. Jika yang lain hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh."

Batu-batu koral adalah 'hal-hal lain', seperti pekerjaanmu, rumah, dan mobil. Sementara pasir adalah hal-hal sepele. Jika kalian memasukkan pasir pertama kali ke dalam stoples, maka tak akan tersisa ruangan untuk bola-bola golf dan batu-batu koral. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu. Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal sepele, kalian tak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian.

Jadi, beri perhatian untuk hal-hal yang penting untuk kebahagiaanmu. Misalnya, berinteraksi dengan keluarga atau luangkan waktu untuk memeriksa kesehatan. Bisa juga, ajak pasanganmu untuk keluar makan malam. Intinya, berikan perhatian terlebih dahulu pada 'bola-bola golf' atau hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu! Baru yang terakhir, urus 'pasir'nya.."

Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, "Bagaimana dengan kopi? Ia mewakili apa?"

Profesor itu tersenyum, "Saya senang kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah sangat penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat.."

Sumber: Unknown

Monday, July 26, 2010

Elang


Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia, dapat mencapai 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur itu, seekor elang harus membuat KEPUTUSAN BESAR pada umurnya yang ke-40.

Saat umur 40 tahun, cakarnya mulai menua. Paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, hingga menyulitkan saat terbang. Saat itu, ia hanya memiliki DUA pilihan: menunggu kematian atau menjalani proses transformasi yang menyakitkan selama 150 hari !

Saat melakukan transformasi itu, ia harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang; lalu berhenti dan tinggal di sana selama proses berlangsung.

Pertama, ia harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan!

LIMA bulan kemudian, bulu-bulu yang baru sudah tumbuh. Ia mulai dapat terbang kembali. Dengan paru dan cakar baru, ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi.

Dalam kehidupan, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang BESAR untuk memulai suatu proses PEMBARUAN. Berani membuang kebiasaan2 lama yang mengikat, meskipun itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.

Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama serta membuka diri untuk belajar hal-hal baru, kita mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam; mengasah keahlian kita sepenuhnya dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

Tantangan terbesar dalam berubah ada di dalam diri kita sendiri dan kitalah sang penguasa atas diri kita sendiri!

Have a great day, "Eagle" !

Salam sukses, luar biasa!!

Sumber: FB andrie wongso

Thursday, March 18, 2010

Ucapan terima kasih untuk teman - teman paling berarti

Tidak ada harta lain yang lebih berharga daripada orang-orang yang pernah / sedang hadir dalam hidup gw.Gw cuma mau mengucapkan rasa terima kasih yang terdalam untuk teman-teman yang paling mempengaruhi hidup gw

List ini tidak berurutan alias random order:

Ley: Terima kasih atas apa yg telah u lakukan dalam hidup gw, terima kasih uda ngajarin gw bagaimana bersikap di dalam Tuhan yang benar, bagaimana konseling yang baik, kritik2 yg membangun dan begitu banyak hal yang Tuhan pakai dalam kehidupan lu buat gw. Pengaruh u dlm kehidupan gw tak terkatakan

Frederick : Terima kasih udah jadi sahabat gw selama lebih dari 10 tahun, terlalu banyak hal yang telah u lakukan dalam hidup gw. Gw merasa gw gk bisa berbuat apa2 utk ngebalesnya.

Lini : Dari elu gw jadi belajar apa arti seorang sahabat. sori kalo gw sering kali gangguin waktu tidor u cuma buat dengerin gw curhat. Thx you juga udah jadi tempat gw berbagi apa yg gw rasakan

Lukman : Bantuan elu dalam skripsi gw dah gk bisa gw katakan lagi tanpa elu gw gk bisa lulus mungkin sampai sekarang. Gw belajar banyak dari elu bagaimana memberi dan menolong orang lain yang tulus

Lita : Terima kasih dah jadi bagian hidup gw, u orang yang paling menghargai apa arti sebuah persahabatan dan thank you bgd atas sharing2 elu tiap ari di ym gw hahaha

Yuyul: Dari elu gw belajar banyak bgd, bagaimana menyampaikan Firman dgn baik, ilustrasi2 elu yg gitu banyak menginspirasi hidup gw. Seorang Bapa rohani di komsel yang begitu luar biasa :)

Hendy: Waktu gw down dan lemah , u tidak menghakimi gw sebaliknya elu menguatkan dan mendoakan gw. It's means a lot for me. Gw banyak belajar dari keterbukaan hidup elu

Heins: Bro, u begitu banyak mengajari gw bagaimana mempunyai iman dalam Tuhan. Di saat gw lemah u banyak menguatkan gw . thx for everything

Handy Karyadi: berkat doa u dan kunjungan u lah, gw ada di tempat gw sekrang. tanpa ketekunan doa2 u dan usaha u mgkn gw skrg gk ada. thank you bro , u masih setia ke rmh gw temenin gw bahkan di saat gw gk sapa2 , u tetap setia dateng buat gw

Lie : Thank you dah pernah masuk dalam kehidupan gw, begitu banyak hal yang gw pelajari dari elu tetapi satu hal yang paling membekas di hati gw adalah u mengajari gw bagaimana memberikan apa yg terbaik dari hidup u.

Charles: Thank you udah sering nganterin gw pergi2 biarpun sampe ke PIM sekalipun u tetep mau :)

Mei: Terima kasih atas "hadiah" yang u berikan, gw selalu simpan baik-baik dan terima kasih atas segala hal yang sering u korbankan utk keegoisan gw terutama waktu tidor u mungkin :P

Aseh: wahh thank you uda sering dengerin gw ngoceh dan dari elu gw belajar bagaimana mempunyai hati yg memberi

Ryan : wah temen gw yang paling unikk, gw belajar ngeliat u yg uda temenan 10 tahun lebih pun gk pernah yang namanya marah hahaha stay calm guyz :)

Jefri: gw merasakan Tuhan kirim u untuk mengingatkan gw atas dosa yang gw gk sadarin selama ini, dan gw bner2 bangga dgn apa yg u lakukan sekarang ini bro. Gw belajar banged dari elu gimana melayani dengan hati :)

Kim: wahhh gw belajar bagaimana kita jgn percaya omongan orang sebelum kita kenal org tsb. perhatian juga adalah hal yg plg banyak gw liat dari hidup u. dan terima kasih selalu setia comment fb gw :)

Masih banyak banged nama2 yang lon gw sebutin dan kalo gw sebutin gw bisa memenuhi tulisan ini dengan nama2. Terima kasih buat semua guyz, gw ada sampai saat ini hanya karena kalian pernah dan sedang mengisi hidup gw. Gw bersyukur Tuhan kirim elu orang utk mengajari gw banyak hal.