Monday, September 20, 2010

Nothing worthwhile ever comes easy

So don’t get tired of doing what is good. Don’t get discouraged and give up, for we will reap a harvest of blessing at the appropriate time. Galatians 6:9 (NLT)

"When I’m discouraged, I’m saying, ‘It can’t be done.’ That’s the exact opposite of saying, ‘I know God can do it because he said ….’"

There are many things that work to keep us from completing our life-missions. Over the years, I’ve debated whether the worst enemy is procrastination or discouragement. If Satan can’t get us to put off our life missions, then he’ll try to get us to quit altogether.

The apostle Paul teaches that we need to resist discouragement: “So don’t get tired of doing what is good. Don’t get discouraged and give up …” (Galatians 6:9 NLT).

Do you ever get tired of doing what’s right? I think we all do. Sometimes it seems easier to do the wrong thing than the right thing.

When we’re discouraged, we become ineffective. When we’re discouraged, we work against our own faith.

When I’m discouraged, I’m saying, “It can’t be done.” That’s the exact opposite of saying, “I know God can do it because he said ….”

Ask yourself these questions:

* How do I handle failure?
* When things don’t go my way, do I get grumpy?
* When things don’t go my way, do I get frustrated?
* When things don’t go my way, do I start complaining?
* Do I finish what I start?
* How would I rate on persistence?

If you’re discouraged, don’t give up without a fight. Nothing worthwhile ever happens without endurance and energy.

When an artist starts to create a sculpture, he has to keep chipping away. He doesn’t hit the chisel with the hammer once, and suddenly all the excess stone falls away revealing a beautiful masterpiece. He keeps hitting it and hitting it, chipping away at the stone.

And that’s true of life, too: Nothing really worthwhile ever comes easy in life. You keep hitting it and going after it, and little-by-little your life becomes a masterpiece of God’s grace.

The fact is, great people are really just ordinary people with an extraordinary amount of determination. Great people don’t know how to quit.

Source: Rick Warren

Wednesday, August 18, 2010

Kisah sebuah toples



Seorang profesor berdiri di depan kelas filsafat. Saat kelas dimulai, dia mengambil stoples kosong dan mengisinya dengan bola-bola golf. Kemudian ia bertanya pada murid-muridnya, "Apakah stoples sudah penuh?" Para murid setuju!!

Kemudian, profesor itu menuangkan batu koral ke dalam stoples lalu mengguncangnya dengan ringan. Batu-batu koral segera mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf. Profesor itu kembali bertanya kepada para murid, "Apakah stoples sudah penuh?" Mereka setuju!!

Selanjutnya, sang profesor menabur pasir ke dalam stoples. Tentu saja, pasir menutupi semuanya.
Sekali lagi, beliau bertanya pada murid-muridnya, "Apakah stoples ini sudah penuh?"
Para murid berkata, "Ya...!!"

Kemudian dia menuangkan dua cangkir kopi ke dalam stoples, yang secara efektif mengisi ruang kosong di antara pasir.

Para murid tertawa.. :))

Profesor angkat bicara. "Sekarang, saya ingin kalian memahami bahwa stoples ini mewakili kehidupanmu. Bola-bola golf mewakili hal-hal penting: Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, dll. Jika yang lain hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh."

Batu-batu koral adalah 'hal-hal lain', seperti pekerjaanmu, rumah, dan mobil. Sementara pasir adalah hal-hal sepele. Jika kalian memasukkan pasir pertama kali ke dalam stoples, maka tak akan tersisa ruangan untuk bola-bola golf dan batu-batu koral. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu. Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal sepele, kalian tak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian.

Jadi, beri perhatian untuk hal-hal yang penting untuk kebahagiaanmu. Misalnya, berinteraksi dengan keluarga atau luangkan waktu untuk memeriksa kesehatan. Bisa juga, ajak pasanganmu untuk keluar makan malam. Intinya, berikan perhatian terlebih dahulu pada 'bola-bola golf' atau hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu! Baru yang terakhir, urus 'pasir'nya.."

Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, "Bagaimana dengan kopi? Ia mewakili apa?"

Profesor itu tersenyum, "Saya senang kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah sangat penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat.."

Sumber: Unknown

Monday, July 26, 2010

Elang


Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia, dapat mencapai 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur itu, seekor elang harus membuat KEPUTUSAN BESAR pada umurnya yang ke-40.

Saat umur 40 tahun, cakarnya mulai menua. Paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, hingga menyulitkan saat terbang. Saat itu, ia hanya memiliki DUA pilihan: menunggu kematian atau menjalani proses transformasi yang menyakitkan selama 150 hari !

Saat melakukan transformasi itu, ia harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang; lalu berhenti dan tinggal di sana selama proses berlangsung.

Pertama, ia harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan!

LIMA bulan kemudian, bulu-bulu yang baru sudah tumbuh. Ia mulai dapat terbang kembali. Dengan paru dan cakar baru, ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi.

Dalam kehidupan, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang BESAR untuk memulai suatu proses PEMBARUAN. Berani membuang kebiasaan2 lama yang mengikat, meskipun itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.

Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama serta membuka diri untuk belajar hal-hal baru, kita mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam; mengasah keahlian kita sepenuhnya dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

Tantangan terbesar dalam berubah ada di dalam diri kita sendiri dan kitalah sang penguasa atas diri kita sendiri!

Have a great day, "Eagle" !

Salam sukses, luar biasa!!

Sumber: FB andrie wongso

Thursday, March 18, 2010

Ucapan terima kasih untuk teman - teman paling berarti

Tidak ada harta lain yang lebih berharga daripada orang-orang yang pernah / sedang hadir dalam hidup gw.Gw cuma mau mengucapkan rasa terima kasih yang terdalam untuk teman-teman yang paling mempengaruhi hidup gw

List ini tidak berurutan alias random order:

Ley: Terima kasih atas apa yg telah u lakukan dalam hidup gw, terima kasih uda ngajarin gw bagaimana bersikap di dalam Tuhan yang benar, bagaimana konseling yang baik, kritik2 yg membangun dan begitu banyak hal yang Tuhan pakai dalam kehidupan lu buat gw. Pengaruh u dlm kehidupan gw tak terkatakan

Frederick : Terima kasih udah jadi sahabat gw selama lebih dari 10 tahun, terlalu banyak hal yang telah u lakukan dalam hidup gw. Gw merasa gw gk bisa berbuat apa2 utk ngebalesnya.

Lini : Dari elu gw jadi belajar apa arti seorang sahabat. sori kalo gw sering kali gangguin waktu tidor u cuma buat dengerin gw curhat. Thx you juga udah jadi tempat gw berbagi apa yg gw rasakan

Lukman : Bantuan elu dalam skripsi gw dah gk bisa gw katakan lagi tanpa elu gw gk bisa lulus mungkin sampai sekarang. Gw belajar banyak dari elu bagaimana memberi dan menolong orang lain yang tulus

Lita : Terima kasih dah jadi bagian hidup gw, u orang yang paling menghargai apa arti sebuah persahabatan dan thank you bgd atas sharing2 elu tiap ari di ym gw hahaha

Yuyul: Dari elu gw belajar banyak bgd, bagaimana menyampaikan Firman dgn baik, ilustrasi2 elu yg gitu banyak menginspirasi hidup gw. Seorang Bapa rohani di komsel yang begitu luar biasa :)

Hendy: Waktu gw down dan lemah , u tidak menghakimi gw sebaliknya elu menguatkan dan mendoakan gw. It's means a lot for me. Gw banyak belajar dari keterbukaan hidup elu

Heins: Bro, u begitu banyak mengajari gw bagaimana mempunyai iman dalam Tuhan. Di saat gw lemah u banyak menguatkan gw . thx for everything

Handy Karyadi: berkat doa u dan kunjungan u lah, gw ada di tempat gw sekrang. tanpa ketekunan doa2 u dan usaha u mgkn gw skrg gk ada. thank you bro , u masih setia ke rmh gw temenin gw bahkan di saat gw gk sapa2 , u tetap setia dateng buat gw

Lie : Thank you dah pernah masuk dalam kehidupan gw, begitu banyak hal yang gw pelajari dari elu tetapi satu hal yang paling membekas di hati gw adalah u mengajari gw bagaimana memberikan apa yg terbaik dari hidup u.

Charles: Thank you udah sering nganterin gw pergi2 biarpun sampe ke PIM sekalipun u tetep mau :)

Mei: Terima kasih atas "hadiah" yang u berikan, gw selalu simpan baik-baik dan terima kasih atas segala hal yang sering u korbankan utk keegoisan gw terutama waktu tidor u mungkin :P

Aseh: wahh thank you uda sering dengerin gw ngoceh dan dari elu gw belajar bagaimana mempunyai hati yg memberi

Ryan : wah temen gw yang paling unikk, gw belajar ngeliat u yg uda temenan 10 tahun lebih pun gk pernah yang namanya marah hahaha stay calm guyz :)

Jefri: gw merasakan Tuhan kirim u untuk mengingatkan gw atas dosa yang gw gk sadarin selama ini, dan gw bner2 bangga dgn apa yg u lakukan sekarang ini bro. Gw belajar banged dari elu gimana melayani dengan hati :)

Kim: wahhh gw belajar bagaimana kita jgn percaya omongan orang sebelum kita kenal org tsb. perhatian juga adalah hal yg plg banyak gw liat dari hidup u. dan terima kasih selalu setia comment fb gw :)

Masih banyak banged nama2 yang lon gw sebutin dan kalo gw sebutin gw bisa memenuhi tulisan ini dengan nama2. Terima kasih buat semua guyz, gw ada sampai saat ini hanya karena kalian pernah dan sedang mengisi hidup gw. Gw bersyukur Tuhan kirim elu orang utk mengajari gw banyak hal.

Monday, March 08, 2010

Perenungan untuk para pria

Kenapa sih cewek suka bgd ngoceh? Ngomong terus gk berenti2 (sori nih buat cewe2) mungkin itu sebabnya dulu pergaulan gw sangat sedikit dengan cewek. Bahkan ada yang penelitian yang bilang Wanita itu bisa ngmg 15 rb kata sehari dan (kalo gk salah) Pria "cuma" 7 rb sehari. Dengan hasil seperti itu gk heran makhluk bernama cewek ini hobi ngomong. Tapi di samping "hobi" mereka yang satu itu, mereka mempunyai suatu kekuatan yang sering kali tidak disadari oleh mereka sendiri. Kekuatan ini wajib hukumnya bagi kita yang ingin belajar apa sih rahasia terbesar dalam berkomunikasi dan membangun hubungan dengan orang lain

Rahasia tersebut adalah mendengar. Kaget?? ato udah sering denger tapi kok rasanya hubungan dengan orang lain masih gitu2 aja?? Tau gak kenapa cewek sering kali curhat dengan sesama jenis jarang terhadap cowok. Karena cowok pada umumnya kurang baik dalam hal mendengar. Mungkin ada yang protes "Gw sering kok dengerin kalo orang ngmg tetapi kok masih sama-sama aja" Itu artinya kurang mendengar dengan hati.

Salah satu hal kebutuhan manusia yang terbesar adalah ingin didengar. Mungkin hal ini kelihatannya sudah sangat jelas tetapi banyak sekali orang yang benar-benar mempraktekkan hal ini. Kebanyakan orang ketika mendengar hanya berfokus pada kata-kata si pembicara. Itu bukan yang paling penting ! Lalu apa donk?

Peter Drucker berkata, " Hal terpenting dalam komunikasi adalah mendengar apa yang tak terucap". Benar sekali, apa yang terkandung di balik kata-kata itu jauh lebih penting daripada kata-kata itu sendiri. Ada penelitian yg kira2 seperti ini "kata2 hanya berpengaruh 15%, bahasa tubuh 45% dan sisanya adalah perasaan". Psikolog sering berkata, "Mendengar dengan telinga ketiga" Gw juga sering kali mengalami kegagalan dalam hal ini. Mungkin ini tercermin dari salah seorang teman cewek saya pada suatu waktu pernah berkata "Nil, u kenapa sih selalu pake otak elu gk pernah pake hati elu". Pernah mendengar kata-kata seperti ini? kalau pernah mungkin anda tidak mendengar dengan baik.

John C. Maxwell berkata "Penyebab mendasar dari semua masalah komunikasi adalah orang tidak mendengarkan untuk mengerti. Mereka mendengarkan untuk menjawab". Bukankah kita para pria sering seperti itu? Ketika mendengar seseorang ngomong seringkali kita memikirkan solusi atas masalah tersebut dan sering kali kita tidak mendengar dengan baik.Guyz, terkadang wanita hanya ingin didengar saja mereka tau apa yang harus mereka lakukan

Bukan saya mengecilkan pria dalam hal ini tetapi pendengar terbaik yang saya temui hampir semuanya adalah para wanita.Ketika salah seorang dari mereka curhat yang lain mendengarkan dengan baik yang bahkan ketika yang curhat menangis mereka pun bersama bisa ikut menangis merasakan bebannya. Luar biasa itulah mungkin yang disebut mendengar dengan hati. Bandingkan dengan cowok, pernahkah kita melihat bila ada cowok curhat dan yang teman (cowok) yang mendengarnya juga ikut-ikutan menangis?

Apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mendengar? (Ya, mendengar adalah kemampuan yang harus diasah)

1. Ketika seseorang berbicara/curhat dengarkan baik, perhatikan perasan yang terkandung di dalamnya dan dengarkan dengan tulus.

2. Jangan memotong pembicaraan orang, sekali mengangguklah bila perlu.

3. Jika yang berbicara diam , jangan berbicara tunggulah sampai dia melanjutkan pembicarannya.

4. Ketika mendengar, usahakan matikan HP dan sebagainya "singkirkan" barang yang akan mengalihkan perhatian anda dari mendengar

Dengarkan dengan hati yang tulus karena orang yang berbicara akan merasakan apakah kita benar-benar mendengar dengan baik ato hanya "masuk kuping kiri dan keluar kuping kanan". Dan berita baiknya ketika kita selesai mendengar, mereka akan termotivasi untuk mendengar dari sudut pandang kita. Selamat mendengar :)

Seni komunikasi tidak terletak pada kemampuan untuk berbicara, tetapi pada kemampuan mendengar.

Wednesday, February 17, 2010

Goodbye my fren, sebuah perenungan tentang waktu

Hari ini, salah satu dari temen baik gw mau pulang ke Taiwan. Sedih juga ketika tadi dia telp ngmg "nil, hari ini gw mau pulang titip salam ke yang lain yah". Untung di saat terakhir gitu, gw gk ada kesibukan sehingga masih bisa ke rumah dia untuk perpisahan yang terakhir kalinya.

Memang sedih kalo dia bakal balik lagi ke Taiwan karena liburan kuliah dah kelar. 1 bulan yang sangat singkat hanya beberapa kali gw bisa ketemu dengan dia dan bisa kumpul2 dan ketawa bareng. Pengalaman yang berkesan sempet pergi fitness bareng sama dia, dia yang ngajarin gw gmn cara make alat fitness dengan benar . Huahahaha biarpun gw gk kuat, tapi dia tetep sabar ngajarin gw.

Apa sih yang gw pelajarin dari kejadian ini? Jujur ketika terima telepon dia yang terakhir kali, timbul satu penyesalan di dalam hati gw. "Kenapa gw KURANG menyediakan waktu untuk dia?" pertanyaan semacam itu muncul di dalam pikiran gw. "Kenapa gw bisa lupa juga dia mau pulang hari ini" wah banyak pertanyaan-pertanyaan berbau penyesalan berputar di otak gw. Setelah cukup merenung sesaat, gw menemukan pelajaran yang berharga lewat kejadian kali ini.

Waktu itu sempat gw menerima sms dari seorang teman berbunyi kira-kira begini "Tidak ada seorangpun ketika akhir hayatnya menyesal karena kurangnya waktu berada di kantor, mereka menyesal karena kurangnya waktu orang-orang yang dikasihi". Ketika gw mengalami hal ini, gw rasakan ungkapan itu sangat benar. Gw menyesal kurang meluangkan waktu untuk teman gw sewaktu dia liburan di sini, padahal cukup banyak waktu luang yg bisa gw berikan tetapi gw sok "sibuk" dengan berbagai urusan. Hal yang gw pelajari adalah waktu itu sangat berharga.

Waktu terus berjalan, apa yg sudah kita lalui tidak bisa kita kembalikan lagi. Mulai sekarang luangkan waktu yang berkualitas untuk orang-orang yang paling kita kasihi. Entah itu pacar, orang tua, adik atau kakak, teman dan sahabat kita. Ada yang bilang "Waktu adalah uang", gw kurang setuju dengan peryataan itu karena waktu itu sangat berharga dan tidak bisa dibeli dengan uang. Karena ketika kita memberikan waktu kita untuk seseorang yang kita kasihi , kita seperti berbicara "gw sedang memberikan hal yang paling berharga yang tidak bisa dibayar dengan apapun karena elu begitu istimewa untukku". Memberi waktu untuk seseorang bisa jadi merupakan pemberian terbaik yang bisa kita berikan untuk seseorang.

Tuesday, February 09, 2010

Do you have a personal plan for growth?

On Twitter and Facebook on Sunday, I quoted my friend Paul Meyer, mentioning that he was the person who helped me create my first personal growth plan. In the hours afterward, I received dozens of requests, all asking the same thing: “How do you create a personal growth plan?”

The answer to that takes more than 140 characters, so I thought I’d post it here:

The key to a life of continual learning and improvement lies in developing a plan for growth and following through with it. Paul Meyer knew this. In fact, when I first met him and we had lunch, he asked me a question that changed my life: “Do you have a personal plan for growth?”

In answer, I told him about my work schedule and how much I did and how I was learning on the job. I kept going on and on. The more I talked, the more obvious it was that I had no plan. Paul helped me find one.

Growth is does not happen by chance. If you want to be sure to grow, you need a plan—something strategic, specific, and scheduled.Motivational speaker Earl Nightingale said, “If a person will spend one hour a day on the same subject for five years, that person will be an expert on that subject.” Isn’t that incredible? It shows how far we are able to go when we have the discipline to make growth our daily practice.

So if you want to follow a plan, recommend that you start by identifying an area or two in which you desire to grow, such as leadership. Then start gathering useful resources – in print, online, on video, etc. Now your goal is to schedule learning time EVERY DAY. Here’s the rule of thumb I’ve used for years: read one book a month and digest one article/podcast per week.

As an example, this is the weekly schedule – 5 days a week, 1 hour a day – that I recommend for personal growth as a leader:

Monday: Spend one hour with a devotional to develop your spiritual life.

Tuesday: Spend one hour listening to a leadership recording.

Wednesday: Spend one hour filing* quotes and reflecting on the contents of Tuesday’s material.

Thursday: Spend one hour reading a book on leadership.

Friday: Spend half of the hour reading the book and the other half filing and reflecting.

The average American adult watches close to 30 hours of television per week, with little positive return. What do you think would happen if you devoted just five of those hours to personal growth?

Why not start acting on a plan today and find out? Then let me know if it was worth it.

Source: John C. Maxwell